Saya, bernama lengkap Misda Liani terlahir di kota Amuntai
namun tidak begitu tahu dimana tepatnya tanggal 17 Oktober 1992 dari pasangan
Sukarni Effendi dan Norhidayah. Mempunyai orangtua tapi tidak memiliki mereka,
sungguh kasihan tapi tidak apa-apa. Saat saya baru bisa melihat dunia entah itu
pada umur berapa yang saya lihat adalah Nenek tercinta saya Rusmiati, Kakek
terhebat saya Aliman Syiar, tante Zaitun Aniah, paman Umar Dani yang jarang
terlihat di rumah karena pada saat itu sudah berkeluarga dan Paman favorit saya
Akhmad Wardani. Kakek adalah PNS biasa di sekolah SD dimana saya bersekolah,
tapi beliau pengaruhnya sangat luas sampai kemana-mana, terkenal disiplin dan
sangat suka kebersihan, rumput pun ngga berani tumbuh di halaman rumah saat
beliau masih ada. Nenek adalah ibu rumah tangga, pintar masak, humoris pokoknya
my grandma is the best. Paman Dani dan Tante Zaitun yg terkenal dg nama Aluh(duo
tempramen) bekerja ke tempat orang. Dan paman Wardani (yg sedikit kayak
perempuan) yang biasa terkenal dg Utuh bekerja sebagai pengasuh anak, anak dari
guru yg mengabdi di SD di kampong sekaligus honorer di TK tempat ku bersekolah.
Aku menjalani hidup selayaknya anak-anak pada umumnya, sangat bahagia.
Memanggil nenek “Mama” dan kakek “abah kayi” Hahahaa.. Hidup tanpa merasakan
apa-apa mengenai perceraian kedua orangtua, karena memang pada masa itu tidak
mengerti. Lama sadarnya kalau ternyata ayah sudah beristri lagi dan mama
menikah saat aku masih kelas berapa ya? lupa. Pernah waktu masih zaman TK, mama
kandungku datang dan merentangkan tangan dari jalan di muka rumah, apa yang ku
lakukan? Aku menutup pintu dan lari menemui nenek dan bilang “Ma, ada mama
Dayah datang”. Saat aku dan nenek keluar, mama udah ngga ada lagi. Sungguh saat
ku sadari saat ini, mungkin saat itu mama sangat terluka. Tapi ku harap beliau
mengerti, aku masih anak-anak dan ngga nyampe mikir kaya gitu. Dan teruslah
saya tumbuh dan berkembang di rumah nenek yang sebenarnya aku suka nyebutnya “The
Gokil Family” yang membernya aku, mama(nenek) sama paman Wardani. Kakek saya
itu orangnya pemarah, gini aja cinta dan kebenciannya sama besarnya. Kalau lagi
marah, widiihhh.. Setan juga kabur.. Tapi setiap pulang kerja, tak pernah
ketinggalan oleh2 buatku. *Ini wajib di pamerkan kepada cucu2 yang lain, karena
aku satu2nya cucu kesayangan. Hohohoo..
Tapi sayangnya ngga lama hidup sama kakek, beliau meninggal pas aku masih TK, pesannya ke aku “Pintar-pintar lah sakulah(rajin sekolah yaa)”. Dan aku mengangguk pada saat itu, tidak tahu kalau itulah saat-saat terakhir aku akan melihat wajah kakekku. Tapi kata-kata kakek itu sepertinya sudah merekat di alam bawah sadarku, aku benci kalau ini di katakana pamer tapi aku harus jujur. Untuk prestasi sekolah, syukurlah dari TK sampai SMA tidak pernah sekali pun keluar dari ranking 3. Jadi aku merasa bangga dan merasa bebas hutang janji dari almarhum kakek. Dari kecil setiap minggu tempat main adalah ke tempat keluarga dari keluarganya mama kandung, malah dekat sama keluarga mereka daripada keluarga mama yg berupa nenek, kakek, dan paman atau tante. Lupa juga gimana detailnya kenapa bisa jadi begitu. Kembali ke cerita orangtua, ibu dari hasil pernikahannya lagi memiliki 3 anak 2 laki dan 1 perempuan, tapi kasihan suami ibu meninggal. Dan ayah memiliki 2 anak perempuan lagi dari pernikahannya. Artinya aku punya 5 saudara. Pokoknya aku sudah melalui aneka macam tingkah kehidupan. Sekolah, TK dan SD deket rumah, TK Tunas Harapan di ajar ibu Arbayah yang sampai sekarang masih berkiprah di dunia ajarnya. Sekolah dasar di SDN Teluk Serikat dengan semua kenangan manis masa anak-anak. Sekolah menengah pertama di SMPN 5 Amuntai dengan kenangan pra-remaja. Sekolah menengah atas di SMAN 2 Amuntai yang jauhnya hampir 10 kilo dan ku tempuh dengan sepeda setiaku. Masa-masa remaja, ya sama saja seperti kebanyakan orang lainnya.
Tapi sayangnya ngga lama hidup sama kakek, beliau meninggal pas aku masih TK, pesannya ke aku “Pintar-pintar lah sakulah(rajin sekolah yaa)”. Dan aku mengangguk pada saat itu, tidak tahu kalau itulah saat-saat terakhir aku akan melihat wajah kakekku. Tapi kata-kata kakek itu sepertinya sudah merekat di alam bawah sadarku, aku benci kalau ini di katakana pamer tapi aku harus jujur. Untuk prestasi sekolah, syukurlah dari TK sampai SMA tidak pernah sekali pun keluar dari ranking 3. Jadi aku merasa bangga dan merasa bebas hutang janji dari almarhum kakek. Dari kecil setiap minggu tempat main adalah ke tempat keluarga dari keluarganya mama kandung, malah dekat sama keluarga mereka daripada keluarga mama yg berupa nenek, kakek, dan paman atau tante. Lupa juga gimana detailnya kenapa bisa jadi begitu. Kembali ke cerita orangtua, ibu dari hasil pernikahannya lagi memiliki 3 anak 2 laki dan 1 perempuan, tapi kasihan suami ibu meninggal. Dan ayah memiliki 2 anak perempuan lagi dari pernikahannya. Artinya aku punya 5 saudara. Pokoknya aku sudah melalui aneka macam tingkah kehidupan. Sekolah, TK dan SD deket rumah, TK Tunas Harapan di ajar ibu Arbayah yang sampai sekarang masih berkiprah di dunia ajarnya. Sekolah dasar di SDN Teluk Serikat dengan semua kenangan manis masa anak-anak. Sekolah menengah pertama di SMPN 5 Amuntai dengan kenangan pra-remaja. Sekolah menengah atas di SMAN 2 Amuntai yang jauhnya hampir 10 kilo dan ku tempuh dengan sepeda setiaku. Masa-masa remaja, ya sama saja seperti kebanyakan orang lainnya.
Hal paling menyedihkan dalam hidupku adalah hari nenek
meninggal pada tanggal 14 Juli 2009, rasanya duniaku hancur. Dan pesan terakhir
yang sampai saat ini masih ku tanam dalam otakku dari almarhumah adalah “apapun
yang terjadi, jangan berkecil hati”. Kehancuran dunia kedua adalah paman Wardani
yang jadi guru belajarku, teman curhat, si penegur dan si pemarah kalau aku
salah juga meninggalkan dunia pada tanggal 30 April 2010. Mungkin sakit hatinya
saat kehilangan mama lebih besar dari aku hingga beliau menyerah pada penyakit
yg di deritanya dan menyusul nenek ke surga. So, I think I’m the last member of
the gokil family.
Mulai saat itu aku memang tidur di rumah seperti biasa tapi
urusan makan ikut dengan tante. Tante itu orangnya suka nyuruh-nyuruh dan
pemarahnya minta ampun. Omongannya suka lebay banget. Untunglah aku lulus untuk
kuliah di UNLAM Banjarmasin, yang artinya tidak akan sering ketemu dan sakit
hati gara-gara tante. 3 tahun sudah kuliah, dan saat pulang kampung karena aku
bukan orang pemberontak, aku penurut, tante jadi jarang marah-marahnya. Malah
sekarang beliau jadi orang yg cukup menyenangkan buatku.
Yang sedikit tidak ku sukai adalah namaku, hidung, gigi dan
rambut. Ternyata nama ku di ambil dari nama sepupu2 jauh terdahulu Misda Wati
dan Herliani jadilah Misda Liani, ngga kreatif banget. Hidung, kenapa nenek
ngga narik2 hidung aku pas masih bayi biar lebih mancung gituh. Gigi, gara-gara
nenek lagi nih, gigi susu 4 buah di cabut di hari yang sama. Tapi yang tumbuh
cuma 2, sering kutanya “Ma, kenapa gigi ulun yang 2nya lagi kada tumbuh2?”
jawab nenek “Balum lagi, sabar” (cikal bakal saya menjadi orang yang lumayan
sangat sabar), sampai sekarang jadilah gigi kelinci yang renggang. Rambut, yaa
ampun.. Hidupku sebagian besar adalah bekas coretan nenek. Awalnya rambutku
cuma bergelombang, tapi pas SMP datanglah nenek membawa minyak ulin yg katanya
kalo d pakai ngga bakal tumbuh uban pas tua ntar, dan si bodoh diriku dg rajin
mengusapkan minyak ke kepala, alhasil apa? Rambut gua keriting aneh..
Neneeekkkkkk…
Tapi jauh dari semua itu, aku bersyukur pernah hidup bersama orang-orang
terhebat pilihan Tuhan. Alhamdulillah..
Sudah…
Sekarang tentang saya sendiri
Saya terbuka (maksudnya saya orangnya jujur, apa adanya, menerima
kalo di kritik, menerima pendapat org lain. Insya Allah…), pendengar yang baik,
penjaga rahasia yang baik, memiliki emosi yg stabil, humoris.
SUKA : Saya suka mencoba sesuatu yang baru, suka
keseimbangan(mungkin karena sign of Libra yg berupa timbangan) sangat suka pemandangan
indah, suka bunga, suka bintang dan astronomi, suka kembang api, gelembung
sabun, suka warna biru, suka kucing dan kawan2 sejenisnya yang imut, suka suara
piano, suka bahasa asing, suka mendengarkan lagu dan bernyanyi, suka coklat,
suka macam-macam es, dan banyak lagi suka yang lainnya.
TIDAK SUKA (BENCI) : Saya benci perbuatan dusta, diskriminasi
dalam bentuk apa pun, orang yang suka meniru, orang yang bawel, orang yang suka
pamer dan orang yg sok (songong).
Karakter
buruk: Perajuan.
Terima Kasih. (^_^), (*_*)