Efek Blog

Kamis, 19 September 2013

The real Me


Saya, bernama lengkap Misda Liani terlahir di kota Amuntai namun tidak begitu tahu dimana tepatnya tanggal 17 Oktober 1992 dari pasangan Sukarni Effendi dan Norhidayah. Mempunyai orangtua tapi tidak memiliki mereka, sungguh kasihan tapi tidak apa-apa. Saat saya baru bisa melihat dunia entah itu pada umur berapa yang saya lihat adalah Nenek tercinta saya Rusmiati, Kakek terhebat saya Aliman Syiar, tante Zaitun Aniah, paman Umar Dani yang jarang terlihat di rumah karena pada saat itu sudah berkeluarga dan Paman favorit saya Akhmad Wardani. Kakek adalah PNS biasa di sekolah SD dimana saya bersekolah, tapi beliau pengaruhnya sangat luas sampai kemana-mana, terkenal disiplin dan sangat suka kebersihan, rumput pun ngga berani tumbuh di halaman rumah saat beliau masih ada. Nenek adalah ibu rumah tangga, pintar masak, humoris pokoknya my grandma is the best. Paman Dani dan Tante Zaitun yg terkenal dg nama Aluh(duo tempramen) bekerja ke tempat orang. Dan paman Wardani (yg sedikit kayak perempuan) yang biasa terkenal dg Utuh bekerja sebagai pengasuh anak, anak dari guru yg mengabdi di SD di kampong sekaligus honorer di TK tempat ku bersekolah. Aku menjalani hidup selayaknya anak-anak pada umumnya, sangat bahagia. Memanggil nenek “Mama” dan kakek “abah kayi” Hahahaa.. Hidup tanpa merasakan apa-apa mengenai perceraian kedua orangtua, karena memang pada masa itu tidak mengerti. Lama sadarnya kalau ternyata ayah sudah beristri lagi dan mama menikah saat aku masih kelas berapa ya? lupa. Pernah waktu masih zaman TK, mama kandungku datang dan merentangkan tangan dari jalan di muka rumah, apa yang ku lakukan? Aku menutup pintu dan lari menemui nenek dan bilang “Ma, ada mama Dayah datang”. Saat aku dan nenek keluar, mama udah ngga ada lagi. Sungguh saat ku sadari saat ini, mungkin saat itu mama sangat terluka. Tapi ku harap beliau mengerti, aku masih anak-anak dan ngga nyampe mikir kaya gitu. Dan teruslah saya tumbuh dan berkembang di rumah nenek yang sebenarnya aku suka nyebutnya “The Gokil Family” yang membernya aku, mama(nenek) sama paman Wardani. Kakek saya itu orangnya pemarah, gini aja cinta dan kebenciannya sama besarnya. Kalau lagi marah, widiihhh.. Setan juga kabur.. Tapi setiap pulang kerja, tak pernah ketinggalan oleh2 buatku. *Ini wajib di pamerkan kepada cucu2 yang lain, karena aku satu2nya cucu kesayangan. Hohohoo..
Tapi sayangnya ngga lama hidup sama kakek, beliau meninggal pas aku masih TK, pesannya ke aku “Pintar-pintar lah sakulah(rajin sekolah yaa)”. Dan aku mengangguk pada saat itu, tidak tahu kalau itulah saat-saat terakhir aku akan melihat wajah kakekku. Tapi kata-kata kakek itu sepertinya sudah merekat di alam bawah sadarku, aku benci kalau ini di katakana pamer tapi aku harus jujur. Untuk prestasi sekolah, syukurlah dari TK sampai SMA tidak pernah sekali pun keluar dari ranking 3. Jadi aku merasa bangga dan merasa bebas hutang janji dari almarhum kakek. Dari kecil setiap minggu tempat main adalah ke tempat keluarga dari keluarganya mama kandung, malah dekat sama keluarga mereka daripada keluarga mama yg berupa nenek, kakek, dan paman atau tante. Lupa juga gimana detailnya kenapa bisa jadi begitu. Kembali ke cerita orangtua, ibu dari hasil pernikahannya lagi memiliki 3 anak 2 laki dan 1 perempuan, tapi kasihan suami ibu meninggal. Dan ayah memiliki 2 anak perempuan lagi dari pernikahannya. Artinya aku punya 5 saudara. Pokoknya aku sudah melalui aneka macam tingkah kehidupan. Sekolah, TK dan SD deket rumah, TK Tunas Harapan di ajar ibu Arbayah yang sampai sekarang masih berkiprah di dunia ajarnya. Sekolah dasar di SDN Teluk Serikat dengan semua kenangan manis masa anak-anak. Sekolah menengah pertama di SMPN 5 Amuntai dengan kenangan pra-remaja. Sekolah menengah atas di SMAN 2 Amuntai yang jauhnya hampir 10 kilo dan ku tempuh dengan sepeda setiaku. Masa-masa remaja, ya sama saja seperti kebanyakan orang lainnya.
Hal paling menyedihkan dalam hidupku adalah hari nenek meninggal pada tanggal 14 Juli 2009, rasanya duniaku hancur. Dan pesan terakhir yang sampai saat ini masih ku tanam dalam otakku dari almarhumah adalah “apapun yang terjadi, jangan berkecil hati”. Kehancuran dunia kedua adalah paman Wardani yang jadi guru belajarku, teman curhat, si penegur dan si pemarah kalau aku salah juga meninggalkan dunia pada tanggal 30 April 2010. Mungkin sakit hatinya saat kehilangan mama lebih besar dari aku hingga beliau menyerah pada penyakit yg di deritanya dan menyusul nenek ke surga. So, I think I’m the last member of the gokil family.
Mulai saat itu aku memang tidur di rumah seperti biasa tapi urusan makan ikut dengan tante. Tante itu orangnya suka nyuruh-nyuruh dan pemarahnya minta ampun. Omongannya suka lebay banget. Untunglah aku lulus untuk kuliah di UNLAM Banjarmasin, yang artinya tidak akan sering ketemu dan sakit hati gara-gara tante. 3 tahun sudah kuliah, dan saat pulang kampung karena aku bukan orang pemberontak, aku penurut, tante jadi jarang marah-marahnya. Malah sekarang beliau jadi orang yg cukup menyenangkan buatku.
Yang sedikit tidak ku sukai adalah namaku, hidung, gigi dan rambut. Ternyata nama ku di ambil dari nama sepupu2 jauh terdahulu Misda Wati dan Herliani jadilah Misda Liani, ngga kreatif banget. Hidung, kenapa nenek ngga narik2 hidung aku pas masih bayi biar lebih mancung gituh. Gigi, gara-gara nenek lagi nih, gigi susu 4 buah di cabut di hari yang sama. Tapi yang tumbuh cuma 2, sering kutanya “Ma, kenapa gigi ulun yang 2nya lagi kada tumbuh2?” jawab nenek “Balum lagi, sabar” (cikal bakal saya menjadi orang yang lumayan sangat sabar), sampai sekarang jadilah gigi kelinci yang renggang. Rambut, yaa ampun.. Hidupku sebagian besar adalah bekas coretan nenek. Awalnya rambutku cuma bergelombang, tapi pas SMP datanglah nenek membawa minyak ulin yg katanya kalo d pakai ngga bakal tumbuh uban pas tua ntar, dan si bodoh diriku dg rajin mengusapkan minyak ke kepala, alhasil apa? Rambut gua keriting aneh.. Neneeekkkkkk…
Tapi jauh dari semua itu, aku bersyukur pernah hidup bersama orang-orang terhebat pilihan Tuhan. Alhamdulillah..
Sudah…
Sekarang tentang saya sendiri
Saya terbuka (maksudnya saya orangnya jujur, apa adanya, menerima kalo di kritik, menerima pendapat org lain. Insya Allah…), pendengar yang baik, penjaga rahasia yang baik, memiliki emosi yg stabil, humoris.
SUKA : Saya suka mencoba sesuatu yang baru, suka keseimbangan(mungkin karena sign of Libra yg berupa timbangan) sangat suka pemandangan indah, suka bunga, suka bintang dan astronomi, suka kembang api, gelembung sabun, suka warna biru, suka kucing dan kawan2 sejenisnya yang imut, suka suara piano, suka bahasa asing, suka mendengarkan lagu dan bernyanyi, suka coklat, suka macam-macam es, dan banyak lagi suka yang lainnya.
TIDAK SUKA (BENCI) : Saya benci perbuatan dusta, diskriminasi dalam bentuk apa pun, orang yang suka meniru, orang yang bawel, orang yang suka pamer dan orang yg sok (songong).
Karakter buruk: Perajuan.
Terima Kasih. (^_^), (*_*)